Minggu, 19 Desember 2010

MEMBACA INTENSIF


A. Membaca Intensif
Pengertian Membaca Intensif
Membaca intensif yaitu membaca dengan penuh pemahaman untuk menemukan ide-ide pokok pada tiap-tiap paragraf, pemahaman ide-ide naskah dari ide pokok sampai pada ide-ide penjelas, dari hal-hal yang rinci sampai ke relung-relungnya.
Adapun manfaat membaca intensif antara lain: pembaca menguasai isi teks secara mantap, pembaca mengetahui latar belakang ditulisnya teks tersebut, pembaca dapat mempunyai daya ingat yang lebih lama yang berhubungan dengan isi teks.
Teknik Membaca Intensif
1.  Menyiapkan naskah yang akan di baca
2.  Sambil membaca:
Ø  memberi garis bawah hal-hal yang dianggap penting
Ø  memberi tanda pada bagian-bagian yang perlu
Ø  memberikan nomor pada bagian kanan atas yang penting
Ø  memberi tanda bintang pada bagian-bagian yang perlu
3. Ajukan pertanyaan sehubungan dengan naskah yang dibaca. Pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan kognitif yang meliputi ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian (C1 – C6).
4.   Siswa diberikan tugas membuat rangkuman dengan menggunakan bahasanya sendiri.
5.   Cara menyimpulkan teks
Ø  Membaca teks secara keseluruhan satu atau dua kali
Ø  Mencatat ide pokok pada setiap paragraph
Ø  Menghubungkan ide pokok paragraph satu dengan paragraph lain untuk menemukan kesimpulan sementara
Ø  Membaca ulang teks untuk menguji kesimpulan sementara yang sudah dibuat
Ø  Menyempurnakan rumusan simpulan
6.   Siswa membuat kesimpulan hasil membaca
Metode Membaca Intensif (PQ4R)              
Metode belajar PQ4R merupakan metode membaca intensif yang digunakan untuk membantu siswa dalam mengingat-ingat apa yang dibaca. P singkatan dari preview maksudnya membaca selintas dengan cepat, Q singkatan dari question artinya bertanya, serta 4R singkatan dari read artinya membaca, reflecty artinya refleksi, recite artinya tanya jawab sendiri, review artinya mengulang secara menyeluruh (Trianto, 2007: 93).
Strategi belajar PQ4R merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi. Strategi elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna. Kaitannya dengan PQ4R strategi ini digunakan untuk membantu siswa dalam mengingat apa yang mereka baca. Selain itu, strategi ini digunakan untuk membantu proses belajar mengajar di kelas yang dilaksanakan dengan membaca buku.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam strategi belajar PQ4R adalah seperti berikut ini.
1.   Preview
Siswa membaca selintas dengan cepat sebelum memulai membaca bahan bacaan. Siswa dapat memulai dengan membaca topik-topik subtopik utama judul dan subjudul, kalimat-kalimat permulaan atau akhir suatu pargraf atau ringkasan pada akhir suatu bab. Apabila hal itu tidak ada, siswa dapat memeriksa setiap halaman dengan cepat, membaca satu atau dua kalimat disana-sini sehingga memperoleh sedikit gambaran mengenai apa yang akan dipelajari. Perhatikan ide pokok yang akan menjadi pembahasan dalam bahan bacaan siswa.
2.   Question (Tanya)
Langkah kedua adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri untuk setiap pasal yang ada pada bahan bacaan. Pergunakan “judul dan sub judul atau topik dan sub topik utama”. Awali pertanyaan dengan menggunakan kata “apa, siapa, mengapa, dan bagaimana”. Misalnya: Masalah apa yang dibahas dalam bab tersebut dan dalam sub-sub judulnya? Masalah apa yang sedang dipikirkan dan dijawab oleh bab ini? Dengan demikian, anda sudah terlibat dan memasuki esensi dari bab tersebut. Kalau pada akhir bab telah ada daftar pertanyaan yang dibuat oleh pengarang, bacalah terlebih dahulu. Pengalaman telah menunjukkan bahwa apabila seseorang membaca untuk menjawab sejumlah pertanyaan, akan membuatnya membaca lebih hati-hati, seksama, serta dapat membantu mengingat apa yang dibacanya.
3.   Read  (membaca)
Sekarang bacalah karangan itu secara teliti dan seksama paragraf demi paragraf. Lakukan kegiatan itu dengan cepat dan nyaman. Kalau pikiran pokok secara keseluruhan digabungkan menjadi satu kesatuan akan mencerminkan ide-ide utama dari serangkaian paragraf-paragraf di dalam suatu bab. Anda harus dapat mengenal pikiran-pikiran pokok itu agar dapat mengikuti deretan pikiran sang pengarang.
4.   Reflect
Reflect merupakan suatu komponen esensial dari langkah ketiga tersebut. Selama membaca siswa tidak hanya cukup mengingat atau menghafal, tetapi mencoba untuk memahami informasi yang dibaca. Caranya dengan (1) menghubungkan informasi itu dengan hal-hal yang telah anda ketahui, (2) mengaitkan subtopik-subtopik di dalam teks dengan konsep-konsep atau prinsip-prinsip utama, (3) cobalah untuk memecahkan kontradiksi didalam informasi yang disajikan dan, (4) cobalah untuk menggunakan materi itu untuk memecahkan masalah-masalah yang disimulasikan dan dianjurkan dari materi pelajaran tersebut.
5.   Recite (ceritakanlah kembali dengan kata kata sendiri)
Siswa diminta untuk merenungkan kembali informasi yang telah dipelajari. Tuliskan ringkasan semua bagian yang dibaca dengan kalimat Anda sendiri. Hal ini penting karena Anda telah menangkap esensi bacaan dengan menyatakan butir-butir penting secara nyaring dan menanyakan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan. Anda dapat melihat kembali catatan yang telah dibuat dan menggunakan kata-kata yang ditonjolkan dalam bacaan.
Lihat kembali pada catatan-catatan yang telah dibuat dan diingat ide-ide utama yang telah disarankannya. Periksa kembali bab itu dan yakinkanlah bahwa Anda dapat menyatakan dengan tepat isi setiap bagian-bagiannya. Dari catatan-catatan yang telah dibuat pada langkah terdahulu dan berlandaskan ide-ide yang ada,  Anda diminta membuat intisari materi dari bacaan.
6.   Review
Siswa diminta untuk membaca catatan singkat yang telah dibuatnya mengulang kembali seluruh isi bacaan bila perlu dan sekali lagi jawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
Melakukan preview dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebelum pembaca mengaktifkan pengetahuan awal dan mengawali proses pembuatan hubungan antara informasi baru dan apa yang telah di ketahui. Mempelajari judul-judul dan topik-topik utama membantu pembaca sadar akan organisasi bahan-bahan baru tersebut sehingga memudahkan perpindahannya dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Dari langkah-langkah strategi belajar PQ4R yang telah diuraikan di atas dapat dilihat bahwa strategi belajar ini dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran terutama materi-materi yang lebih sukar dan menolong siswa untuk berkonsentrasi lebih lama.

3 komentar: